pur07 vet

cestoda

In Uncategorized on 29 Juni 2009 at 10:39 am

I.Tanggal praktikum : 16 mei 2009
Judul :Cestoda
II. Tinjauan pustaka :
Cacing pita merupakan subkelas cestoda, kelas cestoidea, filum platyhelminthes. Cacing dewasa menempati saluran usus vertebratadan larvanya hidup dijaringan vertebratan dan invetebrata (gandahusada, 2006)
Cestoda adalah cacing yang berbentuk pipih seperti pita yang merupakan endoparasit dan dikenal sebagai cacing pita. Cacing dewasa hidup dalam usus pertebrata dan larvanya hidup dijaringan vertebratan dan invetebrata (anonimous, 2009)
CESTODA (Cacing Pita) Tubuhnya terdiri dari rangkaian segmen-segmen yang masing-masing disebut Proglottid. Kepala disebut Skoleks dan memiliki alat isap (Sucker) yang memiliki kait (Rostelum) terbuat dari kitin. Pembentukan segmen (segmentasi) pada cacing pita disebut Strobilasi. Contoh : Taenia solium Cacing pita manusia Menyebabkan Taeniasis solium. Pada skoleknya terdapat kait-kait. Proglotid yang matang menjadi alat reproduksinya. Memiliki hospes perantara Babi.(anonymous , 2008)
Siklus hidup cestoda, Proglottid Masak (terdapat dalam feses) bila tertelan oleh babi Þ Embrio Heksakan, menembus usus dan melepaskan kait-kaitnya Larva Sistiserkus (dalam otot lurik babi) tertelan manusia Cacing dewasa. Taenia saginata Cacing pita manusia. Menyebabkan Taeniasis saginata. Pada skoleknya tidak terdapat kait-kait. Memiliki hospes perantara Sapi. Daur hidupnya sama dengan Taenia solium. Diphyllobothrium latum, Menyebabkan Diphyllobothriasis. Parasit pada manusia dengan hospes perantara berupa katak sawah (Rana cancrivora), ikan dan Cyclops. Echinococcus granulosus Cacing pita pada anjing(anonymous,2008)
Himenolepis nana :Cacing pita yang hidup dalam usus manusia dan tikus. Tidak memiliki hospes perantara..Tubuh simetribilateral, bulat panjang (gilig) disebut cacing gilig • Memiliki saluran pencernaan • Dioceous (berumah dua) reproduksi seksual (jantan dan betina) • Mempunyai saluran pencernaan• Memiliki rongga badan palsu Triploblastik seudoselomata • Kosmopolitan, ada yang parasit dan ada pula yang hidup bebas. Contoh :Ascaris lumbricoides cacing perut manusia Cacing betina ukurannya lebih besar daripada cacing jantan dan dinding posterior cacing jantan terdapat kait yang digunakan untuk reproduksi seksual. Tubuhnya licin karena terselubungi lapisan kutikula yang terbuat dari protein. Siklus hidup : Telur Masak (tidak sengaja) tertelan manusia menetas menjadi Larva di saluran pencernaan menembus usus peredaran darah Jantung Paru-Paru Trakea (tenggorokan) tertelan untuk kedua kalinya dengan gejala batuk-batuk Usus Cacing dewasa(anonymous,2007)

-Taksonomi :Phylum : Platyhelminthes.
Kelas : Cestoidea.
Subkelas : Cestodaria Dan Euscestodia.
Ordo :Pseudophylidea Dan Cyclophyllida.
Spesies : Diphyllobothrium Latum.
Taenia saginata.

-Morfologi : cacing dewasa berwarna kuning keabu – abuan, panjangnya 3-10 m, memiliki lebih dari 3000 buah proglotid. Proglotid matang dengan uterus berisi banyak telur terletak ditengah menyerupai roset, lubang genetalia dan lubang uterus di tengah atas,kelenjar vitelaria dan testis tersebar di bagian lateral. Telur berukuran ± 65 – 45 mikron, operculum besar, penebalan berupa penonjolan kecil dibagian posterior, berisi morula.
III.Gambar dan Keterangan :

Gambar Proglotid Cestoda

IV.Pembahasan
-Epidemiologi / penyebaran : parasit ini banyak dijumpai diasia, eropa, dan amerika dimana makanan hewan peliharaan mereka terutama terdiri dari ikan air tawar mentah.

– Siklus hidup : cestoda hanya memerlukan satu induk semang, kecuali hymenolepis nana. Baik untuk stadium larva maupun dewasanya, cestoda lain yang hidup pada ternak dan manusia memerlukansatu atau lebih tuang rumah perantara, dimana stadium larvanya dapat berkembang setelah telur yang terinfeksi dimakan induk semang oleh induk semang perantaranya.induk semang defenitifnya akan terinfeksi oleh cacing dewasa dengan memakan daging yang mengandung kista (cryte) yang berlarva (encysted larva). Kebanyakan spesies cestoda sangatselektif terhadaf inang defenitifnya. Cacing cestoda yang mempunyai porus uterius maka sel telur- telur mempunyai operculum, jumlah kuning telurnya banyak, perkembanganya embrionya terjadi setelah telur tersebut meninggalkan induk semang dan embri yang telah berkembang sempurna mempunyai cilia yang digunakan untuk berenag didalam air.
Pada spesies yang tidak mempunyai porus uterinus maka telur – telur tersebut tidak mempunyai operculum, jumlah kuning telurnya sedikit, perkembangan embrionya terjadi didalam uterus. Telur yang berdinding lebih tebal ini sangat tahan terhadap panas dan kekeringan serta dapat hidup lama di atas tanah /tumbuhan yang terkontaminasi dengan feces.
Setelah telur termakan oleh induk semang perantara yang sesuai,onkosfer dengan pengaruh getah pencernaan akan membebaskan diri dari embriophore yang pecah. Dengan dibantu oleh kait- kaitnya onkosfer akan menembus dinding usus, masuk ke dalam aliran linfe / darahdan sampi ke jaringan- jaringan yang sesuai untuk perkembangan larvanya. Siklus hidup ini akan sempurna bila kista yang mengandung larva tersebut termakan oleh induk semang defenitifnya. Larva ini akan keluar dari kistanya dengan pengaruh getah pencernaan dan melekat pada dinding usus dengan kepalanya dan akan tumbuh menjadi dewasa.
Larva cestoda menurut bentuk dibagi:
1. type larva yang solid ( padat, tak berongga)
2. type larva yang vesicular( bladder, mempunyai rongga)

– Kunci identifikasi :cacing ini bersegmen – segmen(proglotid) yang bila dewasa terdiri dari alat kelamin jantan dan alat kelamin betina dan apabilasegmen ini putus akan menjadi cacing yang baru.

V. Daftar Pustaka :
Prianto,Juni L.A, dkk. 2006. Atlas Parasitologi Kedokteran, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Gandahusada, Prof. Dr. Srisasi, dkk. Parasitologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran UI, Jakarta.
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080810020923AAMDytZ
http://e-dukasi.net/mapok/mp_full.php?id=325&fname=materi2.html
http://e-dukasi.net/mapok/mp_full.php?id=325&fname=materi4.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: